Sabtu, 21 April 2018

Fungsi,Persyaratan Dan Pengembangan Dari Paragraf

Nama : Tubagus Rifqi Fajar
Kelas  : 1KB07
Dosen : Ahmad Nasher




UNIVERSITAS GUNADARMA

FUNGSI,PERSYARATAN DAN PENGEMBANGAN DARI PARAGRAF


Pengertian Paragraf

Pengertian Paragraf adalah karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat dengan pikiran utama sebagai pengendaliannya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya. atau paragraf dapat juga diartikan sebagai seperangkat kalimat yang terdiri atas satu kalimat pokok dan beberapa kalimat penjelas.
Kalimat Pokok atau kalimat utama yaitu kalimat yang berisi masalah atau kesimpulan sebuah paragraf. Sedangkan kalimat penjelas adalah kalimat yang berisi penjelas masalah pada kalimat utama

Syarat Paragraf

Paragraf yang baik adalah paragraf yang mampu menyampaikan pikiran dengan baik kepada pembaca. Adapun syarat dari paragraf yaitu harus memiliki kesatuan, kepaduan dan kelengkapan.
  • Kesatuan (Unity)
Yang dimaksud kesatuan yaitu suatu paragraf harus dibangun dengan satu pikiran yang jelas. Satu pikiran tersebut diuraikan ke dalam bentuk pikiran pokok dan beberapa pikiran jelas. Hubungan pikran yang satu dengan pikran lainnya menandakan bahwa paragraf tersebut telah memiliki kesatuan
  • Kepaduan (Koherensi)
Kapeduan terwujud dari hubungan kompak antarkalimat pembentuk paragraf. Kepaduan yang baik terjadi apabila hubungan timbal balik antar kalimat wajar dan mudah dipahami. Ada beberapa cara agar paragraf memiliki kepaduan yang kompak, yaitu dengan menggunakan kata ganti, kata penghubung, serta perincian dan urutan pikiran.
  • Kelengkapan
Suatu paragraf dikatakn lengkap apabila berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kalimat pokok.

Fungsi Paragraf

  1. Mengekspresikan gagasan dalam bentuk tulisan dengan memberikan suatu bentuk pikiran dan perasaan dengan serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.
  2. Menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran juga.
  3. Memudahkan dalam pengorganisasiaan gagasan bagi yang menulis dan memberikan kemudahan pemahana bagi pembacanya
  4. Memudahkan dalam pengembangan topik karnagan ke dalam satuan unit pikiran yang lebih kecil.
  5. Memudahkan dalam pengendalian variabel, terutama karangan yang terdiri dari beberapa variabel.

Pengembangan Paragraf


  1. Pengembangan alamiah adalah Pengembangan secara alamiah ini seorang penulis dapat menggunakan pola yang sudah ada pada obyek atau kajian yang dibicarakan. Penulis dapat menggunakan dua pola. Pertama, pola spesial atau urutan ruang, misalnya gambaran dari depan ke belakang, dari luar kedalam dan sebagainya. Kedua, pola kronologis atau urutan waktu, misalnya gambaran urutan terjadinya peristiwa, perbuatan atau tindakan, tadi sekarang, nanti, besok, dan sebagainya.
  2. Pengembangan klimaks dan antiklimaks adalah Pembuatan klimaks dilakukan dengan penampilan gagasan utama yang rinci dari persoalan yang paling rendah kedudukannya. Sementara itu pengembangan antiklimaks merupakan kebalikan dari klimaks.
  3. Pengembangan Perbandingan dan Pertentangan adalah Paragraf perbandingan dan pertenntangan ialah cara pengarang menunjukkan kesamaan atau perbedaan antara dua orang , subjek atau gagasan dengan bertolak dari segi-segi tertentu (Keraf dalam Mudlofar 2002: 99). 
  4. Pengembangan analogi adalah Pengembangan analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah terkenal umum dengan yang tidak dikenal umum.
  5. Pengembangan contoh-contoh adalah Gagasan yang terlalu umum sifatnya sulit dipahami. Agar pembaca menjadi jelas diperlukan ilustrasi-ilustrasi konkret. Ilustrasi konkret inilah yang nantinya dikembangkan menjadi contoh-contoh.
  6. Pengembangan Akibat -Sebab akibat adalah Hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berupa hubungan sebab akibat dan akibat sebab. Sebab dapat bertindak sebagai kalimat utama, sedangkan akibat merupakan kalimat penjelas. Dapat pula sebaliknya , akibat sebagai pikiran utama dan sebab sebagai pikiran penjelas.
  7. Pengembangan definisi luas adalah Yang dimaksud pengembangan definisi luas ialah pengarang bermaksud memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah istilah atau hal (keraf dalam Mudlofar 2002: 102). 
  8. Pengembangan klasifikasi adalah Dalam pengembangan karangan kadang-kadang diperlukan pengelompokan hal-hal yang mempunyai persamaan. Pengelompokan ini bekerja kedua arah yang berlawanan, yaitu pertama mempersatukan satuan-satuan kedalam satu kelompok., dan kedua, memisahkan satuan-satuan tadi dari kelompok yang lain (keraf dalam Mudlofar 2002: 103). 
  9. Pengembangan umum khusus-khusus umum adalah Cara pengembangan paragraf umum khusus-khusus umum merupakan cara yang paling umum dipakai. Paragraf umum khusus dikembangkan dengan meletakkan pikiran utama pada awal paragraf kemudian rician-rincian berada pada kalimat-kalimat berikutnya. Sebaliknya paragraf khusus umum, mula-mula dikembangkan rincian-rincian kemudian pada akhir paragraf disampaikan generalisasinya. Jadi paragraf umum khusus bersifat deduktif, sedangkan paragraf induktif bersifat khusus umum.

Kesimpulan
Pengertian Paragraf adalah karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat dengan pikiran utama sebagai pengendaliannya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya. atau paragraf dapat juga diartikan sebagai seperangkat kalimat yang terdiri atas satu kalimat pokok dan beberapa kalimat penjelas.
Syarat Paragraf,Paragraf yang baik adalah paragraf yang mampu menyampaikan pikiran dengan baik kepada pembaca. Adapun syarat dari paragraf yaitu harus memiliki kesatuan, kepaduan dan kelengkapan.
  • Kesatuan (Unity)
  • Kepaduan (Koherensi)
  • Kelengkapan


Fungsi Paragraf 
  • Mengekspresikan gagasan dalam bentuk tulisan dengan memberikan suatu bentuk pikiran dan perasaan dengan serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.
  • Menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran juga.
  • Memudahkan dalam pengorganisasiaan gagasan bagi yang menulis dan memberikan kemudahan pemahana bagi pembacanya
  • Memudahkan dalam pengembangan topik karnagan ke dalam satuan unit pikiran yang lebih kecil.
  • Memudahkan dalam pengendalian variabel, terutama karangan yang terdiri dari beberapa variabel.

Sumber :
                

Sabtu, 14 April 2018

Kalimat Deduktif Dan Induktif

Nama : Tubagus Rifqi Fajar
Kelas  : 1KB07
Dosen : Ahmad Nasher




UNIVERSITAS GUNADARMA

KALIMAT DEDUKTIF DAN INDUKTIF


1. Kalimat Deduktif

Kalimat Deduktif adalah jenis paragraf yang dikembangkan dengan pola deduksi. Pengertian kalimat deduktif dapat diartikan sebagai kalimat dalam sebuah paragraf dimana letak pikiran utamanya terdapat di awal kalimat. Pada umumnya kalimat deduktif ini bersifat umum kemudian akan diikuti oleh penjelasan khusus yang mengacu pada kalimat umum pertama tadi. Penjabaran kalimat pengikut setelah kalimat utama biasanya terdiri atas contoh-contoh dari kata kunci di kalimat pertama, rincian khusus, bukti spesifik maupun kalimat penjelas.

Ciri-Ciri Kalimat / Paragraf Deduktif
  • Letak pikiran utama di awal kalimat (sangat mudah terlihat)
  • Paragraf deduktif memiliki alur dari pernyataan umum kemudian diikuti oleh penjelasan yang bersifat memaparkan kalimat pertama

Contoh Paragraf Deduktif
Contoh 1
Pendidikan adalah sebuah modal penting masyarakat sekarang. Pendidikan sendiri merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan baik intrinsik dan juga ekstrinsik. Faktor instrinsik tercipta ketika selama menempuh Pendidikan, maka para peserta didik diharapkan akan memiliki jiwa dan karakteristik sebagai sumber daya manusia berkualitas. Sedangkan faktor ekstrinsik merupakan bentuk luaran atas hasil selama menempuh Pendidikan. Oleh sebab itu Pendidikan masa kini juga telah menjadi salah satu dasar penting masyarakat untuk terjun di dunia masyarakat serta untuk di dunia kerja.

Pada paragraf di atas tentu kata kuncinya adalah Pendidikan adalah sebuah modal penting masyarakat sekarang. Hal ini bisa terlihat dari pola paragraf yang bermodel umum, khusus, khusus, khusus. Terlihat dari bagaimana kalimat kedua dan seterusnya dalam upaya menjelaskan kalimat pertama, oleh sebab itu paragarf di atas merupakan model deduktif.

Contoh 2
Internet adalah alternatif dalam berbisnis modern. Melalui jaringan dan akses serta cakupan yang luas berbisnis dengan memanfaatkan internet merupakan alternatif solutif. Sehingga melalui internet, kesempatan berdagang dan berbisnis menjadi lebih mudah dan praktis. Sebagai contoh melalui internet, pedagang dapat terhubung dengan pembeli di luar areanya. Selain itu internet juga membuat praktis berdagang tanpa pengeluaran modal yang besar.

Pada paragraf diatas merupakan contoh dari paragraf deduktif. Hal ini terlihat dari polanya dari umum ke khusus. Terlihat dari inti pokok paragraf yang ingin menjelaskan bahwa internet adalah alternatif dalam berbisnis modern.


2. Kalimat Induktif

Kalimat Induktif merupakan model paragraf dengan bentuk induksi, dimana kebalikan dari kalimat deduktif kalimat induktif ini memiliki pola dari khusus ke umum. Sehingga dapat disimpulkan paragaf dengan model kalimat induktif adalah kalimat pada tulisan dengan model pokok pikirannya yang berada di akhir paragraf / akhir kalimat.

Ciri-Ciri Kalimat / Paragraf Induktif
  • Kalimat awal berupa penjelasan khusus
  • Pada akhir kalimat merupakan kalimat kesimpulan atas rentetan penjelasan pada kalimat pertama, kedua dan seterusnya
  • Kesimpulan merupakan kalimat utama yang terdapat di akhir Paragraf.
  • Kalimat penjelas yang ada sebelum kalimat utama (kalimat penjelas berada di awal) berupa fakta, rincian khusus, contoh atau bukti- bukti yang mendukung pernyataan di akhir kalimat.

Contoh Paragraf Induktif
Peralihan musim seperti sekarang bisa menjadi indikasi terjadinya bencana alam. Beberapa waktu yang lalu di bandung tentu kita mendengar terdapat banjir bandang memperhatikan. Kota Bandung meskipun pembangunannya modern namun hal itu dapat menjadi tempat banjir tahunan. Hal tersebut tentunya bukan karena pemerintah yang belum optimal namun itu juga menjadi tanggung jawab serta peran warga di perkotaan. Hal ini terlihat dari bagaimana respond an kebiasaan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Apabila tidak disertai dengan kesadaran warga meskipun pemerintah berusaha meminimalisir banjir, akan tetap percuma. Oleh sebab itu banjir yang terjadi di perkotaan sudah pasti berasal dari penyumbatan aliran air karena kurang kesadaran warga ketika membuang sampah.

Pada paragraf diatas, ditunjukkan bagaimana sebuah fakta dan penjabaran khusus di awal dan berakhir dengan sebuah kesimpulan diakhir. Oleh sebab itu dapat dikatakan itu adalah Paragaraf Induktif.


Kesimpulan : Kalimat Deduktif adalah jenis paragraf yang dikembangkan dengan pola deduksi. Pengertian kalimat deduktif dapat diartikan sebagai kalimat dalam sebuah paragraf dimana letak pikiran utamanya terdapat di awal kalimat sedangkan Kalimat Induktif merupakan model paragraf dengan bentuk induksi, dimana kebalikan dari kalimat deduktif kalimat induktif ini memiliki pola dari khusus ke umum.

Ciri-Ciri Kalimat / Paragraf Deduktif
  • Letak pikiran utama di awal kalimat (sangat mudah terlihat)
  • Paragraf deduktif memiliki alur dari pernyataan umum kemudian diikuti oleh penjelasan yang bersifat memaparkan kalimat pertama
Ciri-Ciri Kalimat / Paragraf Induktif
  • Kalimat awal berupa penjelasan khusus
  • Pada akhir kalimat merupakan kalimat kesimpulan atas rentetan penjelasan pada kalimat pertama, kedua dan seterusnya
  • Kesimpulan merupakan kalimat utama yang terdapat di akhir Paragraf.
  • Kalimat penjelas yang ada sebelum kalimat utama (kalimat penjelas berada di awal) berupa fakta, rincian khusus, contoh atau bukti- bukti yang mendukung pernyataan di akhir kalimat.

Jumat, 06 April 2018

Point Blank

Game PC Point Blank
Point Blank, sebuah Online First Person Shooting (FPS) Game dengan tingkat realistik tinggi. Game ini mulai diperkenalkan di Indonesia pada April 2009 dan tidak lama langsung menjadi salah satu game favorit. Sebutan untuk pemain/karakter dalam game ini adalah Trooper.Dalam game ini terdapat dua kubu yang berseteru, yaitu CT Force dan Free Rebels. Setiap Trooper dapat bermain sebagai CT Force maupun Free Rebels sesuai selera masing-masing.
Game ini sekarang menjadi salah satu game E-Sport terkemuka di Indonesia di mana banyak sekali warnet warnet mengadakan turnament game Point Blank dengan hadiah yang cukup menarik.dan setiap Tahunnya Garena Indonesia mengadakan turnament point blank terbesar di mana di adakan penyisihan di setiap kota,apabila menjadi juara akan menjadi perwakilan kota itu untuk bertanding kembali melawan juara kota lainnya dan memperebutkan Juara

Atlantica Online

Game PC Atlantica Online
Atlantica Online adalah bebas untuk bermain 3D massively multiplayer online role-playing game (MMORPG) yang dikembangkan oleh Korporasi Ndoors. Permainan diatur dalam bumi sejarah alternatif, dengan peta permainan yang terdiri dari sebagian besar belahan bumi utara. Pengaturan ini fantasi bertema dengan unsur steampunk.GameplaySeorang pemain dan tentara bayaran nya ditemani oleh dua kelompok massa disihir menyerang kelompok massa musuh.Permainan ini memiliki dunia yang terus-menerus dihuni oleh pemain-dihasilkan karakter dan NPC. Pemain dapat memilih dari sembilan kelas yang berbeda dan menyesuaikan penampilan mereka. Pemain tidak melawan dengan karakter utama saja, setiap pemain dapat merekrut pejuang tambahan, sampai dengan maksimal delapan tentara bayaran (dan satu utama) di lapangan pada waktu tertentu. Pemain dapat menyimpan tentara bayaran tambahan di kamar tentara bayaran.Selain keterampilan pertempuran mereka, semua pemain dapat mengejar sejumlah kemampuan kerajinan yang berbeda.Desain permainan menempatkan penekanan kuat pada konsep serikat. Guilds dapat mengontrol berbagai kota pada peta permainan. Guild kuat dapat ditemukan bangsa dan berperang satu sama lain.Pertempuran di Atlantica Online agak tidak biasa untuk genre seperti turn-based. Representasi dari pihak yang bermusuhan berkeliaran lanskap, jika klik pada pemain seperti representasi, / nya partainya dan pihak musuh ditransfer ke medan perang terpisah sama dalam mode untuk pertempuran dalam peran bermain game konsol dan tetap di sana sampai pertempuran teratasi Sistem pertempuran juga dilengkapi dengan batas waktu bagi seorang pemain untuk bergerak mereka, memastikan bahwa tidak akan ada semua jenis griefing pemain selama pemain vs pemain tempur.

Diksi

Nama : Tubagus Rifqi Fajar
Kelas  : 1KB07
Dosen : Ahmad Nasher




UNIVERSITAS GUNADARMA

DIKSI


Pengertian Diksi

Diksi merupakan sebuah pilihan kata yang tepat atau selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga didapatkan efek tertentu seperti apa yang diharapkan. Atau dengan kata lain, diksi adalah pilihan kara pembicara atau penulis dalam menggambarkan cerita yang dibuatnya. Tidak hanya diartikan sebagai pilihan kata, diksi juga diartikan sebagai suatu pernyataan yang digunakan untuk mengungkapkan sebuah gagasan ataupun mengungkapkan suatu cerita meliputi persoalan seperti gaya bahasa, ungkapan gagasan dan lain sebagainya. Dengan diksi maka setiap kata dapat dibaca dan dipahami pembaca maupun pendengar.

Syarat-Syarat Diksi

Untuk menghasilkan cerita yang menarik dengan pilihan kata, maka diksi yang baik harus memenuhi syarat-syarat berikut ini diantaranya:
  • Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan sebuah gagasan
  • Pengarang harus memiliki kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembaca
  • Menguasai berbagai kosakata dan mampu memanfaatkan kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti


Ciri-Ciri Diksi

Adapun ciri-ciri diksi yaitu:
  • Tepat dalam pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan
  • Dapat digunakan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dan bentuk yang sesuai dengan gagasan dan situasi serta nilai rasa pembaca.
  • Menggunakan pembendaharaan kata yang dimiliki masyarakat bahasanya dan dapat menggerakan dan memberdayakan kekayaan tersebut menjadi jaring kata yang jelas.



Fungsi Diksi


Adapun fungsi diksi, diantaranya yaitu:
Dengan diksi maka suatu kata akan lebih jelas, kata tersebut akan terasa tepat dan sesuai dengan penggunaannya. Ketepatan pemilihan kata (diksi) tersebut bertujuan untuk tidak menimbulkan interpretasi atau tafsiran yang berbeda antara penulis dengan pembaca. Selain itu, bertujuan untuk memperindah kalimat, pengarang ata penulis bisa membuat cerita menjadi lebih runtut. Berikut beberapa fungsi diksi yang lainnya yaitu:
  • Membuat pembaca memahami apa yang disampaikan penulis atau pengarang
  • Membuat komunikasi lebih efektif dan juga lebih efisien
  • Menggambarkan ekspresi yang ada pada gagasan
  • Membentuk gagasasan yang tepat.

Manfaat Diksi

Manfaat diksi yakni agar pembaca atau pendengar bisa membedakan secara baik terhadap kata-kata denotatif, konotatif, sinonim, antonim, dan juga kata yang hampir memiliki ejaan yang mirip. Sedangkan bagi penulis, diksi bermanfaat agar penulis bisa membedakan kata-kata yang di tulisnya sendiri dan kata-kata yang dikutipnya dari orang lain.

Jenis-Jenis Diksi,Jenis Diksi Berdasarkan Maknanya

Makna Denotatif
Denotatif berarti makna asli, makna asal, atau makna yang sebenarnya dari suatu kalimat atau kata. Berikut beberapa contohnya:
  • Shinta sangat “gemar membaca”, maka tidak heran jika dia pintar dan berpengetahuan luas.
  • Arman terlihat senang, mungkin dia sedang mendapat “keuntungan yang melimpah”.
  • Badan helen sangat kurus (Kata kurus, bermakna denotatif keadaan tubuhnya yang lebih kecil dari ukuran badannya normal)
Makna Konotatif
Konotatif, yaitu menyatakan makna yang mempunyai arti bukan yang sebenarnya dari suatu kalimat atau kata. Berikut :
  • Adnan “banting tulang”, bekerja pagi sampai sore untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. (kata “banting tulang” diartikan bahwa Adnan bekerja keras).
  • Rima adalah murid yang “kutu buku” jadi tidak heran jika dia pintar dan berpengetahuan luas. (kata “kutu buku” diartikan bahwa Rima gemar membaca buku).
  • Tama sangat bahagia, mungkin dia sedang mendapat “durian runtuh”. (kata “durian runtuh” diartikan bahwa Tama mendapat keuntungan melimpah).

Jenis Diksi Berdasarkan Leksikal

Sinonim
Sinonim adalah kata yang memiliki makna sama. Dengan kata lain, sinonim adalah persamaan kata. Berikut beberapa contoh sinonim:
Bahagia = Senang
Matahari = Mentari
Cantik = Elok
Lezat = Enak
Pintar = Pandai
Antonim
Antonim adalah kata yang memiliki makna yang berlawanan. Dengan kata lain, antonim adalah perbedaan kata. Berikut beberapa contoh antonim:
Naik >< Turun
Besar >< Kecil
Banyak >< Sediki
Tinggi >< Pendek
Gelap >< Terang
Cepat >< Lambat
Ganteng >< Cantik
Mahal >< Murah
Homonim
Homonim adalah kata yang memiliki makna berbeda, namun lafal atau ejaannya sama. Berikut contoh homonim :
  • Pada awal Bulan, ayah selalu menerima upah kerja.
  • Bulan purnama terlihat sangat jelas karena langit tidak berawan.
Kata “Bulan”, pada kalimat pertama dan kedua kata tersebut memiliki lafal dan ejaan yang sama namun maknanya berbeda. Jika pada kalimat pertama menunjukan tanggal, sedangkan kalimat kedua menunjukan bulan di langit.
Homofon
Homofon adalah kata yang memiliki makna dan ejaan berbeda, namun memiliki lafal yang sama. Berikut beberapa contoh homofon:
  • Rima rajin menabung di Bank.
  • Bang Dimas merupakan kakak Rima
Kata “Bank” dan “Bang”, memiliki lafal yang sama namun memiliki ejaan dan makna berbeda. Pada kalimat pertama menunjukan tempat, sedangkan kalimat kedua menunjukan arti saudara.
Homograf
Homograf adalah kata yang memiliki makna dan lafal yang berbeda, tapi memiliki ejaan yang sama. Berikut contohnya:
  • Dila sedang makan Tahu goreng di warung.
  • Dila tidak Tahu bahwa hari ini hari Selasa
Kata “Tahu” pada kedua kalimat diatas memiliki ejaannya sama. Pada kalimat pertama menunjukan makanan dan kalimat kedua menunjukan lupa akan hari.
  • Wildan memiliki mental yang kuat saat menghadapi permasalahan hidup.
  • Handphone Wildan terjatuh dan langsung mental ke lantai.
Kata ‘mental” pada kedua kalimat diatas memiliki ejaannya sama, namun kalimat pertama menunjukan watak dan kalimat kedua menunjukan memantul ke lantai.
Polisemi
Polisemi adalah kata yang memiliki banyak arti atau pengertian.Berikut beberapa contoh polisemi:
  • Menabung di bank, maka akan mendapatkan Bunga.
  • Rima adalah bunga desa di kampung ini.
  • Bunga mawar merah itu sangat indah dan harum.
Pada kalimat pertama kata “bunga” menunjukan bahwa keuntungan menabung di bank, pada kalimat kedua menunjukan perempuan paling cantik, dan kalimat ketiga menunjukan bunga pada tanaman.
Hipernim dan Hiponim.Hipernim adalah kata yang mewakili banyak kata lain. Jadi sebuah kata hipernim bisa menjadi kata umum dari penyebutan kata lainnya. Sedangkan Hiponim adalah kata yang terwakili artinya oleh sebuah kata hipernim. Berikut contoh kalimat yang mengandung kata hipernim dan hiponim:
  • Di hutan banyak berbagai macam binatang liar, contohnya seperti harimau, srigala, macan tutul, rusa, kera, dan lain sebagainya
Kata hipernim: Binatang liar. Sedangkan kata hiponim: harimau, srigala, macan tutul, rusa, kera, dan lain sebagainya
  • Chandra ke supermarket membeli buah-buahan, seperti buah apel, jeruk, semangka dan anggur.
Kata hipernim: buah-buahan. Sedangkan kata hiponim: apel, jeruk, semangka dan anggur.

Kesimpulan :
Diksi merupakan sebuah pilihan kata yang tepat atau selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga didapatkan efek tertentu seperti apa yang diharapkan. Atau dengan kata lain, diksi adalah pilihan kara pembicara atau penulis dalam menggambarkan cerita yang dibuatnya.
Syarat-Syarat DiksiKetepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan sebuah gagasan,Pengarang harus memiliki kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembaca dan Menguasai berbagai kosakata dan mampu memanfaatkan kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti.Ciri Ciri Diksi : Tepat dalam pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan,Dapat digunakan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dan bentuk yang sesuai dengan gagasan dan situasi serta nilai rasa pembaca. dan Menggunakan pembendaharaan kata yang dimiliki masyarakat bahasanya dan dapat menggerakan dan memberdayakan kekayaan tersebut menjadi jaring kata yang jelas.Fungsi Diksi : Membuat pembaca memahami apa yang disampaikan penulis atau pengarang,Membuat komunikasi lebih efektif dan juga lebih efisien,Menggambarkan ekspresi yang ada pada gagasan,Membentuk gagasasan yang tepat.
Manfaat Diksi : Manfaat diksi yakni agar pembaca atau pendengar bisa membedakan secara baik terhadap kata-kata denotatif, konotatif, sinonim, antonim, dan juga kata yang hampir memiliki ejaan yang mirip. Sedangkan bagi penulis, diksi bermanfaat agar penulis bisa membedakan kata-kata yang di tulisnya sendiri dan kata-kata yang dikutipnya dari orang lain.
Jenis Diksi Berdasarkan Maknanya :
Makna Denotatif : Denotatif berarti makna asli, makna asal, atau makna yang sebenarnya dari suatu kalimat atau kata
Makna Konotatif : Konotatif, yaitu menyatakan makna yang mempunyai arti bukan yang sebenarnya dari suatu kalimat atau kata
Jenis Diksi Berdasarkan Leksikal :
Sinonim : Sinonim adalah kata yang memiliki makna sama. Dengan kata lain, sinonim adalah persamaan kata
Antonim : Antonim adalah kata yang memiliki makna yang berlawanan. Dengan kata lain, antonim adalah perbedaan kata